Negosiasi Penggusuran Pasar UJB
Keadaan pasar UJB rusuh, kendaraan besar penggusur (buldoser) sudah
mulai berdatangan. Para pedagang panik membereskan dagangannya. Namun
penggusuran akhirnya dapat ditunda, para pedagang sedikit dapat bernapas
lega dan tak lama setelah itu segera dikirimkan perwakilan dari
pedagang ke kantor pemerintah daerah.
- Wakil Pedagang: Selamat siang, bu.
- Wakil Perda : Selamat siang. Mari silahkan duduk.
- Wakil Pedagang: Iya bu, terimakasih. Saya Suharti salah satu pedagang di pasar ujb (bersalaman)
- Wakil Perda : Nama saya Sarah. Ada keperluan apa ibu kemari?
- Wakil Pedagang: Saya kesini karena ada suatu maksud. Jadi begini bu,
saya selaku perwakilan dari pedagang merasa keberatan apabila pasar ujb
digusur. Karena dari situlah pendapatan kami.
- Wakil Perda : Tapi bu, maksud kami menggusur pasar itu karena
sudah membuat macet, kotor, dan memperlihatkan ketidak tertibannya
daerah itu bu. Dan kamu juga sudah menyediakan tempat yg lain untuk para
pedagang.
- Wakil Pedagang: Tapi bu, kami sudah melihat tempatnya. Dan tempatnya
sangat kecil dan tidak strategis, jadi maaf kami tidak mau pindah.
- Wakil Perda : Baiklah kami akan mencari tempat lain secepatnya. Tapi tolong besok kosongkan segera wilayah pasar ujb.
- Wakil Pedagang: Tidak bisa seperti itu bu! Pembongkaran tidak bisa
secepat itu. Dan lagi kami mau makan dari mana kalau kami tidak
berjualan.
- Wakil Perda : Baiklah-baiklah, silahkan berjualan sampai
tempat baru telah siap. Tapi tolong ditertibkan ya bu! jika masih kurang
tertib maaf kami tidak akan memberi toleransi lagi. Kami akan
mengosongkannya dengan sedikit aga kasar ya bu, karena ini sudah
kebeberapa kalinya kita membuat kesepakatan seperti ini.
- Wakil Pedagang: Baik bu, kami akan berusaha untuk itu.
- Wakil Perda : Dan kami juga akan berusaha sebaik mungkin untuk memdapat tempat yang sepadan secepatnya.
- Wakil Pedagang: Kalau begitu saya pamit dulu. Terimakasih banyak bu (bersalaman).
- Wakil Perda : Iya sama-sama, silahkan.
- Wakil Pedagang: Selamat Siang.
- Wakil Perda : Selamat Siang.
Suharti pun keluar dari kantor pemerintahan daerah dan kembali ke
pasar untuk berjual kembali dan memberitahu para pedagang lainnya atas
kesepakatan yang telah ia bicarakan dengan salah satu pemerintah daerah
tersebut.